Friday, June 16, 2017

Psikolog : Janganlah Larang Anak Lelaki Main Boneka, Ini Argumennya

Psikolog : Janganlah Larang Anak Lelaki Main Boneka, Ini Argumennya


Psikolog : Janganlah Larang Anak Lelaki Main Boneka, Ini ArgumennyaDok. Thinkstock
Jakarta - Semuanya orang-tua pasti menginginkan anaknya tumbuh besar sesuai sama kodratnya. Bersamaan perubahan jaman serta tehnologi, banyak orang-tua yang cemas dengan perubahan buah hati terkasih. Oleh karenanya, sebagian orang-tua seringkali melarang anak perempuan bermain mobil-mobilan atau saat mempunyai anak lelaki juga tidak diizinkan bermain boneka. Walau sebenarnya itu dapat menghalangi perubahan imajinasinya. Kenapa? 
http://giftgraduation.com/

Psikolog anak Ajeng Raviando, Psi., menerangkan, saat anak masih tetap kecil terlebih di umur balita, mereka mesti telah mulai diasah daya imajinasinya karna bakal memengaruhi langkah berfikirnya di hari esok. Oleh karena itu, Anda dianjurkan supaya tidak membatasi permainannya.

" Sesungguhnya tidak butuh ya sangat mengkotak-kotakan pada anak perempuan serta lelaki karna menurut saya makin lama pemikiran mereka makin berkembang sesuai sama imajinasi mereka. Biarlah mereka berimajinasi namun tetaplah mengikuti mereka supaya tidak keluar batas saat berupaya meningkatkan daya kreativitasnya, " papar Ajeng waktu terlibat perbincangan dengan Wolipop di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (9/10/2014).


Oleh karenanya, lumrah saja apabila anak lelaki sukai bermain boneka. Sama seperti dengan anak perempuan yg tidak suka bermain boneka namun lebih tertarik dengan mobil-mobilan. Mungkin saja saja anak suka bermain mobil-mobilan karna imajinasinya lebih menyatu dengan lingkungan.

Tidaklah perlu memaksakan anak lakukan permainan yg tidak disenanginya. Umpamanya saja seseorang anak lelaki tidak sukai bermain mobil-mobilan namun lebih suka main dengan boneka. Tetapi sang ibu melarangnya bahkan juga memarahinya hingga buat anak tertekan. Hal tersebut dapat merubah mental anak yang akan datang. Cobalah saksikan bagaimana langkahnya memainkan peranan. Mungkin boneka itu diperankannya jadi atlet atau astronot.

Saat sudah mengetahui imajinasi anak yang menginginkan jadi astronot, Anda dapat menggantinya dengan boneka astronot atau hal-hal lain yang berkaitan dengan harapan si kecil. Beda perihal apabila anak telah terobsesi dengan boneka itu. Waktu anak telah mulai terobsesi utama untuk orang-tua untuk memperingatinya. Oleh karenanya, orang-tua mesti senantiasa mengikuti anak waktu tengah bermain.

" Umpamanya anak lelaki telah mulai terobsesi menginginkan merias bonekanya jadi orang-tua mesti melakukan tindakan. Saya tekankan lagi berikut ini utamanya orang-tua mengikuti anak di waktu bermain. Jadi point intinya bagaimana orang-tua menyisihkan saatnya untuk mengikuti anak-anak hingga saat anak memerlihatkan ada kecenderungan yang negatif, orang-tua dapat memberi pengarahan padanya, " lebih psikolog lulusan Kampus Indonesia itu.


Ajeng juga merekomendasikan supaya Anda mesti dapat menyempatkan diri sehari-hari untuk dekat dengan anak. Apabila memanglah repot bekerja, ambillah saat pada pagi atau malam hari sebelumnya tidur untuk bermain dengan si kecil. Ingat, alur asuh orang-tua lah yang bakal bangun ciri-khas, potensi, bakat, serta passion anak nanti.

No comments:

Post a Comment